PERTEMUAN III

Subhanallah .. luar biasa . . .

Meskipun kajian ini baru berjalan 3 pertemuan, tetapi apa yang tersirat sungguh luar biasa.
Apa yang kita ketahui selama ini, kita menganggapnya sdah banyak bahkan cukup, ternyata itu hanya bisa di katakan baru seujung kuku saja, atau bisa dikatakan muqoddimahnya.
Saya semakin merasa ingin tahu lebih dalam lagi tentang syariat islam, ajaran yang seharusnya kita semua orang muslim mentaati semua aturan d dalamnya.

Malam ini 06-januari-2015 Pertemuan 3
Melanjutkan Bab di pertemuan ke dua Yaitu tentang AKIDAH

Yang No. 3 yaitu Nafsu

Kita ingat dulu ketika King Perancis Napolleon Bonapartai ketika menjajah Mesir mengatakan :

“Mesir dijajah perancis sudah ditakdirkan oleh Allah
Maka, jika kalian (mesir) melawan kami (perancis) maka sama saja kalian melawan takdir allah”

Dengan kata seperti itu, masyarakat muslim mesir merasa kebingungan,dan akhirnya mesir kalah di tangan Perancis.

Lalu apa sekarang kalian sama dng masyarakat mesir dulu yang berfikiran seperti itu ? 
Ketika mendengarkan kata Nafsu, apa yang ada dipikiran kalian ??
Banyak dikalangan masyarakat sekarang ketika mendengar kata nafsu yang berada dalam pikiran adalah hal hal yang berbau buruk, negative, dan hal lain sebagainya yang sejenis, tapi juga tdak sedikit yang Positif :D
Sebenarnya nafsu bukanlah hal negative, karena nafsu adalah sebuah perasaan, yang mana di dalamnya ketika kita meraskan sesuatu maka diri kitalah yang akan menjadi pelakunya.

Syeikh Taqiyyudin memilah nafsu menjadi 2 jenis
1, kebutuhan jasmani
Tandanya Sesuatu kebutuhan yang datangnya dari dalam dan wajib dipenuhi
2. Naluri
Tandanya kebutuhan yang datangnya dari luar dan tidak wajib dipenuhi
Naluri ada 3 :
a.       Ghorizatul Baqo’ (Naluri mempertahankan diri)
b.      Ghorizatul nau’ (Naluri mempertahankan keturunan)
c.       Ghorizatul tadayyun ( Naluri Beragama )
Selalu memahami bahwa manusia itu lemah, dan di atas mansuia pasti ada yang mngatur, menolong, dan lainya.
Contoh : - Menyembah Allah, Batu, Kayu dll
               -  Semangat Mngaji

Dan untuk tambahan Bab Selanjutnya adalah No. 4 yaitu RUH


Tidak banyak penjelasan tentang ruh, karena allah sendiri yang mengetahuinya.

Sekian Pertemuan pada kesempatan ini
Semoga apa yang kita niatkan mendapatkan ridlo Allah SWT sehingga bermanfaat fiddunya wal aakhiroh

PERTEMUAN I - Niat

Assalamualaium wr wb.

Alhamdulillah kita masih di berikan kesehatan, nikmat. dan Satu kata yang luar biasa kita masih di berikan Iman. sehingga kita masih bisa share suatu ilmu yang sedikit tapi in sya allah bermanfaat.
Tapi jangan sampai berhenti pada kata iman. terus apa lagi ?
Kita harus selalu meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan kita pada allah SWT. karena dengan bertaaqwalah kita bisa mendapatkan kasih sayangNya.

Jangan sampai kita menyerupai sifat syethon atau Iblis, karena mereka juga beriman pada allah , lantas apa yang membedakan Iblis dengan manusia ?
Ketika Iblis Bercakap sama allah, Iblis berkata Wahai Allah, Engkau boleh memasukkan aku pada nerakamu tetapi dengan satu syarat, Izinkan saya menggoda manusia untuk ikut saya di nerka kelak nanti.
Allah mengabulkan permintaan iblis ini.
Garis Besar "Perbedaan Manusia dengan iblis adalah Iblis beriman kepada allah, Tetapi Tidak bertaqwa kepada allah.

Maka dari itu, janganlah sampai kita terbujuk oleh rayuan syetan yang bisa menyesatkan kita pada jalan allah, mari kita tingkatkan kualitas iman dan ketawaan kita pada allah. sehingga kelak nanti kita semua bisa di kumpulkan dalam tempat yang begitu luar biasa, yaitu Jannatun Naim,

====================================================================

Kali ini saya akan sedikit meng-Share apa yang saya peroleh dari kajian kemarin 18-11-2014
yaitu tentang NIAT.

Niat adalah satu kata yang menjadikan suatu pondasi yang luar biasa. Ibarat rumah, jika pembangunan dasar pada pondasinya tidak benar benar di kuatkan maka bukan tidak mungkin ketika rumah sudah berdiri bakal roboh karena goncangan angin ataupun yang lain. (semua atas kuasaNya)

Dalil yang sering kita dengar adalah "innamal a'malu bin niaat"
Yang kurang lebih artinya " Sesungguhnya suatu perbuatan itu di dahulukan niat"

Dan masih banyak lagi dalail dalil lain yang menyatakan tentang niat.

Bisa kita lihat dalam kitab kitab yang pernah kalian kaji, kebanyakan pembukaan bab pertama dari kitab adalah mebahas tentang babun niat. karena seperti apa yang saya jelaskan tadi. Niat adalah pondasi, maka kita harus benar benar mengutkan,

Contoh ketika kita mempunyai keinginan dari kehidupan yang biasa biasa saja, dan ingin merubah diri dngn lebih mendekatkan diri pada ilahi robb, maka niat kita harus di bangun dengan sungguh sungguh, karena suatu niat BAIK, pasti akan mendapatkan cobaan yang begitu berat.






Rukun TALAK


Talak adalah Upaya melepaskan tali pernikahan(halal).

Berikut Rukun Talak : 

1. Suami

2. Istri

"Talak itu hanyalah bagi yang mempunyai ikatan suami istri (HR. ibnu majah dan . . . . . )

3. Lafadz- Lafadz yang menunjukkan talak, baik itu lantang ataupun sindiran dengan syarat harus disertai niat. 

" Sesungguhnya Allah memberikan ampunan bagi umatku apa-apa yang terdetik didalam hati merekaselama tidak mereka ucapkan atau kerjakan. (Mutaqun Alaih)


NS : Ust. Ahmad Bahrudin PMU 2012

Seorang Istri dibolehkan Fasakh (Pembatalan) Terhadap Akad Pernikahan


Seorang istri di bolehkan melakukan suatu fasakh (pembatalan) terhadap akad pernikhahan jika sang istri menemukan beberapa ketentuan berikut :

1. Jika suami menyerahkan talak ditangan istri

2. Jika istri mengetahui bahwa ternyata suaminya memiliki cacat, sehingga tidak bisa berhubungan, sedangkan kondisi sang istri sehat.

3. Jika istri melihat bahwa suaminya mengidap penyakit yang tidak memungkinkan dirinya tinggal bersama suami karena adanya bahaya (dampak buruk)

4. Jika sang suami setelah melakukan akad, tiba tiba Gila.

5. Jika suami melakukan sfar, kemudian menghilang.

6. Jika suami tidak memberi nafkah, padahal mampu.

7. Jika terdapat pertentangan dan perselisihan antara suami dan istri.


NS ; Ust. Ahmad Bahrudin PMU 2012

Kaya dan Miskin

kumpulan kisah inspirasi terbaikSatu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :

“Bagaimana perjalanannya nak?”.

“Perjalanan yang hebat, yah”.

“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak bertanya.

“O tentu saja,” jawab si anak.

“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.

Si anak menjawab :

Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.

Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.


Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.

Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.

Ayah si anak hanya bisa bungkam.

Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
  • Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.
  • Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
  • Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain...

Talak

Talak adalah upaya melepaskan tali pernikahan (halal)
Talak yang dapat rujuk kembali ada 2, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik (TQS. Al-Baqoroh : 229)

Wahai nabi jika engkau hendak menceraikan istri istrimu, maka ceraikanlah mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (Yang Wajar ) (TQS. Ath-Tholaq : 1 )

HR Umar ibn Al Khattab  :
" Nabi SAW. sesungguhnya pernah menceraikan hafshah, kemudian rujuk kembali dengannya"

Catatan :
" Yang dimaksud IDDAH adalah Massa tenggang atau tunggu bagi seorang istri"

==>

Seorang suami berhak menjatuhkan talak sebanyak 3 kali.
Dalil :
" Talak yg dapat dirujuk kembali ) ada 2. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kalian mengambil kembali sesuatu yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya merasa khawatir tidak dapat menjalankan hukum hukum allah. Jika kalian khawatir bahwa keduanya (Suami Istri) tidak dapat menjalalankan hukum hukum allah maka janganlah keduanya melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum hukum alllah mereka itu adalah orang-orang yang zalim. Kemudian jika sang suami menjatuhkan talak kepadanya (sesudah talak 2) maka wanita itu tidak halal lagi baginya hingga dia menikah lagi dengan pria lain.
Selanjutnya :  Jika suami yang lain itu menceraikannya maka tidak ada dosa bagi keduanya (Mantan suaminya yang pertama dan mantan istrinya) untuk kawin lagi, jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum hukum allah.
Dia menjelaskannya kepada kaum yang mau mengetahuinya. "
(QS Al- Baqoroh 229-230)

Baca Juga Rukunnya Talak.

NS : Ust Ahmad Bahrudin PMU 2012

Etika Dalam Perniagaan

Dalam berniaga tentu ada beberapa etika yang harus kita perhatikan, agar apa yang kita usahakan bisa mendapatkan ridhoNya :



1. Hubungan komersial menurut islam didasarkan pada kepercyaaan dan kejujuran 
(Al- Baqoroh 283-284)

2. Islam melarang pedangang menipu dengan timbangan (Al-muthofifin 2-4)

3. Para pedagang dilarang menjual barang yang cacat, 
kalau barang itu terjual tanpa di ketahui sang pembeli maka ia berhak mengembalikannya

4. Tidak diizinkan memberi harga yang berbeda 

5. Islam melarang persaingan / Karter buatan yang menghasilkan 

6. jual beli dilakukan secara terbuka 


By : Ustadz nafi' PMU 2012